Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

08 Mei 2012

ITK Aceh Melambat

Banda Aceh – Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Aceh melambat pada triwulan pertama 2012, yakni sebesar 102,33 dibanding tahun 2011 triwulan ke empat sebesar 105, 34.

Kepala BPS Provinsi Aceh Syech Suhaimi di Banda Aceh, Senin 7 Mei 2012 mengatakan, perlambatan ITK tersebut akibat turunnya indeks konsumsi makanan dan non makanan yang berada di bawah 100 yakni sebesar 96,52.

Menurutnya, meski terjadi perlambatan ITK dibanding triwulan sebelumnya, namun masyarakat di Aceh masih memandang optimis terhadap pendapatannya dengan nilai indeks sebesar 103,22

"Artinya, dengan jumlah ITK berada di atas seratus menujukkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan pertama berjalan meningkat," katanya.

Suhaimi menjelaskan, persepsi kondisi ekonomi masyarakat Aceh berada pada urutan terendah di Indonesia menyusul adanya pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota pada 9 April 2012.

"Kondisi politik yang terjadi saat Pilkada Aceh menyebabkan tingkat optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi menurun dan optimisme ini akan kembali meningkat menyusul pemilihan kepala daerah berlangsung damai," katanya.

Pihaknya optimistis ITK Aceh pada triwulan mendatang akan meningkat dibanding triwulan sebelumnya sebab optimisme masyarakat terhadap ekonomi kembali meningkat.[]

02 Mei 2012

Sensus Pajak Nasional Aceh Dibuka Kembali

Banda Aceh – Sensus Pajak Nasional (SPN) resmi dibuka kembali, dengan diadakannya launching pajak nasional, Selasa 1 Mei 2012. SPN telah dilakukan sebelumnya pada bulan September 2011 tahun lalu dan dibuka kembali pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus nanti.

[caption id="" align="alignleft" width="300" caption="Sensus Pajak Nasional (SPN)"][/caption]

Sensus pajak nasional dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan membayar pajak. Karena, umumnya semua kebutuhan publik seperti rumah sakit, pendidikan, jalan dan pembangunan kota berasal dari pajak.

Sensus pajak nasional, dilakukan dengan cara penyuluhan ke berbagai pedalaman kota dan desa guna mendata orang-orang yang memiliki kewajiban membayar pajak.

“Seharusnya di Aceh dibuat pembayaran pajak terbaik di Aceh. Agar masyarakat termotivasi untuk selalu membayar pajak. Sekalian saja dibuat serfikasinya dari pemerintah,” terang PJ Bupati Aceh Besar, Zulkifli Ahmad.

Ia juga berharap, dengan adanya program ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang wajibnya pajak. “Pajak salah satu kewajiban yang harus dipenuhi setelah zakat. Pajak juga menyangkut kemajuan suatu negara,” pungkasnya.[Dara Hersavira]

25 Februari 2012

Harga Emas Tembus Rp1,7 Juta/Mayam

Banda Aceh-Harga emas kembali tembus angka Rp1,7 juta, di Banda Aceh, Jumat (24/2). Namun, harga ini bervariasi antara satu toko emas dengan toko emas lainnya.

“Kalau beli, harganya Rp1,7 dengan harga per gramnya Rp520 ribu. Dan ini tergantung toko emas masing-masing,” sebut Iwan, salah seorang penjual emas di Banda Aceh.

Dikatakannya, harga emas tersebut mulai tembus ke angka Rp 1,7 juta mulai sore Kamis (23/2) kemarin dan bertahan sampai siang Jumat (24/2). “Bisa jadi ke depan akan naik lagi karena tergantung pasar dan situasi perkembangan Aceh,” jelasnya.

Sementara itu, Saiful, warga Lhueng Bata, Banda Aceh mengeluhkan kenaikan harga emas tersebut. Pasalnya, naiknya harga emas ini akan mengakibatkan banyaknya remaja Aceh yang hendak menjalankan pernikahan akan terkendala pada tingginya emas sebagai salah satu syarat perkawinan.

“Ka jeut nego-nego sang ngeun calon po rumoh. Hom hai, nyan sang ta seurah bak aneuk nyoe memang na rencana meu kawen, payah di peugah haba dua ngeun calon inong jih,” keluhnya dalam bahasa Aceh yang artinya, Sudah bisa nego-nego dengan calon istri. Entahlah, itu terserah pada anak kalau memang dia berencana menikah, harus dibicarakan dulu dengan calon istrinya.[]