19 Mei 2012

Operasional Truk Galian C Rusak Jalan

Meulaboh - Masyarakat berdomisili di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengeluhkan terhadap kondisi jalan yang berlobang, akibat beroperasinya truk perusahaan pertambangan galian-C di daerah mereka.



Tokoh masyarakat Pante Ceureumen M Zubir SH di Meulaboh, Jumat 18 Mei 2012 mengatakan, dari 24 kilometer jalan lintas kecamatan menghubungkan Meulaboh-Pante Ceureumen, sekitar 10 kilometer rusak parah sehingga kerab terjadi kecelakaan pengguna jalan.

"Kalau kecelakaan akibat jalan rusak itu sudah tidak sanggup kita hitung berapa, tapi sayangnya belum ada upaya perbaikan dari pemerintah daerah padahal di sana banyak galian-C," katanya.

Zubir yang juga Ketua Forum Perjuangan Keadilan Rakyat Aceh (FOPKRA) Kecamatan Pante Ceureumen ini menyebutkan, rusaknya jalan tersebut karena setiap saat dilintasi kendaraan dam truk besar milik perusahaan pertambangan galian-C.

Katanya, jalan satu arah menuju pedalaman Aceh Barat itu dibangun tahun 2007-2008 dengan dana hibah Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) Aceh-Nias dan mulai mengalami kerusakan pertengahan tahun 2010.

Kata Zubir, sering kali mobil dam truk galian-C yang melintas menumpahkan pasir ke dalam jalanan berlubang guna mengantisipasi terjatuhnya warga saat melintas, namun upaya tersebut malah semakin memperburuk kondisi jalan.

"Ada terkadang mobil dam truk menumpahkan pasir ke jalan berlobang, namun tidak lama berselang pasir berserakan dan malahan warga semakin sulit menempuh jalan itu," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, kondisi jalan rusak menuju daerah didiami sekitar 10 ribu kepala keluarga itu sangat membutuhkan perhatian segera terlebih lagi untuk pemasangan lampu penerang jalan.

Sebutnya, mulai dari meninggalkan perbatasan kepala jembatan Ulee Raket yang sudah hampir putus sampai ke desa tegal sari belum terpasang satupun lampu penerang jalan sementara kondisi jalan di sana sudah sangat rusak parah.

Jelasnya, dalam kurun waktu beberapa hari ke depan warga pedalaman setempat akan mendatangi dewan untuk mengadukan hal itu, karena selama ini belum ditanggapi meskipun pihak pemerintah sudah mengetahui kerusakan jalan tersebut.

"Saat malam ini yang sangat membuat kami khawatir, sebab tidak ada lampu penerang jalan sehingga banyak saudara kami kecelakaan terjatuh akibat serakan pasir atau pun jatuh ke lobang," pungkasnya.[Ant]

Artikel Terkait